Pengaruh Media Sosial terhadap Interaksi Sosial Remaja di Sekolah

 PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP INTERAKSI SOSIAL REMAJA DI SEKOLAH 






Media sosial adalah sarana yang memungkinkan individu untuk saling berkomunikasi. Teknologi menghubungkan orang-orang ke internet (online) atau jaringan seluler (mobile networking) dengan kecepatan tinggi, sehingga memungkinkan penyebaran informasi secara luas untuk mempermudah komunikasi, pengaruh, dan interaksi antara teman sebaya maupun masyarakat umum. Menurut Anwar Abugaza, media sosial merupakan struktur sosial yang terdiri dari individu, kelompok, atau organisasi yang saling terhubung dan berinteraksi melalui teknologi informasi sebagai perantaranya. (Ahmad Turmuzi,2024)

Menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlein, media sosial adalah sekumpulan aplikasi berbasis internet yang mengadopsi filosofi dan teknologi Web 2.0, yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi konten. Media sosial dapat dibagi menjadi tiga kategori utama, yang memiliki saluran serupa namun berbeda dalam hal penggunaan, konten, dan konteks. Pertama, ada kategori yang meliputi komputer, film, pemutar media, dan permainan interaktif. Kedua, media yang berfungsi untuk bertukar informasi, seperti internet, yang menyediakan akses mudah ke berbagai data terkini. Ketiga, media partisipatif kolaboratif, yang mencakup penggunaan internet untuk berbagi informasi, pengalaman, ide, cerita, serta membangun koneksi aktif melalui interaksi komputer yang dimediasi secara digital (Akil Rahman, 2016).

Interaksi sosial merupakan hubungan dinamis yang menghubungkan individu, kelompok, dan masyarakat. Ini adalah bentuk hubungan antara satu individu dengan individu lainnya, di mana masing-masing dapat saling mempengaruhi, menciptakan hubungan timbal balik. Interaksi sosial dapat dipahami sebagai hubungan yang saling memengaruhi antara individu, kelompok, dan masyarakat. Berdasarkan karakteristik-karakteristik tersebut, dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang terjadi antara individu dengan individu lain, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok di lingkungan sekitar, yang saling mempengaruhi satu sama lain, Pada usia remaja pergaulan dan interaksi sosial dengan teman sebaya bertambah luas dibandingkan dengan masa sebelumnya termasuk pergaulan dengan lawan jenis. Interaksi sosial sangat penting bagi remaja, karena apabila seorang remaja tidak memiliki kemampuan untuk berinteraksi sosial atau bahkan tidak dapat berinteraksi, disadari atau tidak, remaja ini akan kehilangan relasi.

Remaja merupakan salah satu kelompok yang paling banyak menggunakan media sosial di kalangan masyarakat. Menurut Kemkominfo, 98 persen anak-anak dan remaja familiar dengan internet, dan 79,5 persen di antaranya adalah pengguna aktif internet. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial memiliki dampak besar dalam kehidupan remaja, salah satunya dalam hal interaksi sosial. Interaksi sosial pada remaja melibatkan hubungan dengan orang lain dan lingkungan sosial budaya mereka. Proses interaksi ini dipengaruhi oleh faktor intelektual dan emosional, yang memegang peranan penting dalam kehidupan individu serta hubungan mereka dengan orang lain. (Sisrazeni, 2017)



DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU REMAJA

Terdapat beberapa pengaruh penggunaan media sosial dalam dunia pendidikan yang bersifat positif maupun negatif,diantaranya adalah:

1. Pengaruh media sosial dalam pendidikan yang pertama adalah membantu siswa untuk memperoleh dan memperluas pengetahuan. Dengan media sosial, siswa dapat mencari dan menemukan berbagai informasi yang diperlukan untuk mendukung proses belajar mereka. Selain itu, media sosial juga dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan mereka dalam menyerap berbagai macam informasi yang tersedia.

2. Media sosial memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi satu sama lain, maupun dengan guru atau ahli lainnya, guna memperoleh pengetahuan baru atau berdiskusi. Interaksi ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, karena berbagai platform media sosial dapat diakses melalui komputer maupun ponsel pintar.

3. Media sosial memainkan peran penting dalam mengembangkan keterampilan dan bakat yang dimiliki seseorang. Sebagaimana kita ketahui, bakat-bakat luar biasa dapat dengan mudah ditemukan melalui platform media sosial. Sebagai contoh, seorang anak yang memiliki kemampuan bernyanyi dengan sangat baik bisa merekam aksinya dalam bentuk video, mengunggahnya ke media sosial, dan membagikannya kepada teman-teman serta publik. Hal ini bisa membantunya untuk ditemukan oleh produser terkenal, yang kemudian bisa mengajaknya untuk rekaman album atau mengikuti ajang pencarian bakat.

4. Media sosial hadir sebagai sarana komunikasi modern yang memungkinkan individu, termasuk siswa, untuk berinteraksi dengan orang-orang dari seluruh dunia. Namun, semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk berinteraksi di dunia maya, semakin sedikit waktu yang tersedia untuk bersosialisasi secara langsung dengan orang lain di dunia nyata. Hal ini dapat menyulitkan seseorang dalam membaca bahasa tubuh saat berkomunikasi tatap muka. Akibatnya, individu tersebut bisa kesulitan berkomunikasi secara efektif dalam situasi tatap muka.

5. Ketika siswa menggunakan media sosial tanpa batas dan mengabaikan waktu, mereka berisiko menjadi kecanduan. Salah satu faktor yang menyebabkan kecanduan adalah kebiasaan sering mengecek media sosial untuk mendapatkan informasi atau berita terbaru. Hal ini dapat mengalihkan perhatian siswa dari proses pembelajaran dan kegiatan penting lainnya di dunia nyata. Kecanduan media sosial juga dapat berdampak buruk pada kesehatan.

6. Remaja cenderung menghabiskan waktu di dalam kamar dengan menggunakan media sosial untuk berinteraksi.

7. kurangnya sopan santun dari remaja yang asik menggunakan media sosial cenderung cuek dan tidak memperdulikan Ketika orang tua meminta bantuan , misalnya Ketika ibu meminta untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah ( Kristiana, 2016 )


STRATEGI KELUARGA DALAM MEMINIMALISASI DAMPAK NEGATIF PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL KALANGAN REMAJA DI SEKOLAH

Maraknya penggunaan media sosial di kalangan remaja di sekolah dengan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan, maka para orang tua atau keluarga telah melakukan beberapa strategi sebagai langka-langkah meminimalisasi dampak-dampak negative tersebut. Antara lain yang dilakukan adalah :

1. Membatasi Penggunaan Media Sosial

Strategi orang tua dalam membatasi penggunaan media sosial diterapkan pada remaja untuk memastikan mereka lebih diperhatikan, dengan cara orang tua terus mengingatkan anak tentang cara menggunakan media sosial dengan bijak. Hal ini sejalan dengan pandangan Zubir (2019), yang menyatakan bahwa pembatasan penggunaan media sosial dan teknologi komunikasi pada anak dan remaja sangat penting untuk kebaikan mereka sendiri. Orang tua dan orang-orang terdekat memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan pembatasan ini.

2. Melakukan Pendampingan 

Beberapa orang tua remaja menerapkan strategi pendampingan dalam penggunaan media sosial. Melalui pendampingan ini, orang tua memberikan arahan yang bijaksana, sehingga anak lebih terbuka dan dapat memahami dengan baik apa yang mereka butuhkan saat mengakses dan menggunakan media sosial. Hal ini sejalan dengan penelitian Rambe (2021), yang menyebutkan bahwa pengawasan orang tua terhadap penggunaan media sosial oleh anak adalah strategi yang paling efektif untuk mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan oleh media sosial.

3. Menjalin Komunikasi Terbuka Secara Efektif

Salah satu peran penting orang tua dalam konteks demokrasi adalah membangun komunikasi yang terbuka dengan anak. Karena remaja sering kali bersikap tertutup dan egois, orang tua perlu memiliki strategi yang bijaksana untuk menciptakan peluang bagi terjalinnya komunikasi positif antara mereka dan anak, termasuk dalam menyikapi penggunaan media sosial. ( Juhaepa,2022 )


TANTANGAN PRIVASI DAN KEAMANAN DATA YANG DIHADAPI SISWA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH

Tantangan privasi dan keamanan data yang dihadapi siswa dalam menggunakan media sosial di lingkungan sekolah menjadi salah satu isu yang semakin mendesak untuk ditangani oleh karena itu kita sebagai guru harus menyadari risiko privasi yang terkait dengan berbagi informasi pribadi atau konten sensitif di platform media sosial. Hal ini dapat meningkatkan risiko pencurian identitas, penyalahgunaan informasi pribadi, atau penyebaran konten yang tidak pantas.

Selain itu, terdapat risiko bahwa siswa bisa menjadi sasaran pelecehan atau penipuan online, di mana predator atau peretas dapat mengeksploitasi informasi pribadi yang dibagikan oleh siswa untuk tujuan yang merugikan. Dalam konteks sekolah, ada pula kekhawatiran terkait bagaimana interaksi sosial dan perilaku online siswa dapat memengaruhi keamanan dan reputasi sekolah. Sebagai contoh, tindakan pelecehan atau intimidasi yang dilakukan secara daring oleh siswa dapat menciptakan suasana yang tidak aman atau nyaman bagi siswa lainnya di sekolah. Oleh karena itu, sangat penting bagi siswa untuk diberikan pemahaman yang mendalam mengenai praktik yang aman dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, termasuk kesadaran tentang privasi dan keamanan data.


Selain itu, Penggunaan media sosial di sekolah juga menimbulkan tantangan terkait pengawasan dan kontrol atas konten yang diakses oleh siswa. Meskipun sebagian besar platform media sosial menetapkan kebijakan usia minimum, banyak siswa yang masih dapat mengakses konten yang tidak sesuai dengan usia mereka, termasuk konten yang mengandung unsur kekerasan atau pornografi. Hal ini dapat membahayakan kesejahteraan mental dan emosional siswa serta mempengaruhi terciptanya lingkungan belajar yang positif di sekolah.

pihak sekolah dan pendidik juga perlu terlibat aktif dalam mendidik siswa tentang risiko dan konsekuensi dari perilaku online yang tidak aman, serta memberikan dukungan dan sumber daya yang diperlukan untuk melindungi privasi dan keamanan data siswa di lingkungan sekolah. Karena itu, sangat penting bagi pihak sekolah dan pendidik untuk berkolaborasi dengan orang tua dan siswa dalam merancang strategi pengawasan dan pendidikan yang efektif terkait penggunaan media sosial. Selain itu, mereka juga perlu mendorong pengembangan literasi digital yang baik untuk mengurangi risiko terkait privasi dan keamanan data, serta meningkatkan kesadaran mengenai konten yang tidak pantas atau informasi palsu. (Winda Agustin,2024)


DAFTAR PUSTAKA


Agustin, W., Niswah, R., & Apriyani, R. (2024). DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP POLA INTERAKSI SOSIAL BUDAYA SISWA DI SD NEGERI 05 PEMULUTAN. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 1(3), 41-54.

Aritonang, A. M., Pasaribu, E. S., Purba, H., Siburian, P. R., & Yunita, S. (2024). Pengaruh Media Sosial terhadap Pola Interaksi Kelompok Masyarakat. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 5(3), 2869-2875.

Harahap, H. R., Turmuzi, A., Manik, C. R., Valentina, A., Hafiz, M., & Purba, D. Z. (2024). Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Interaksi Sosial dikalangan Mahasiswa. Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan, 15(1), 24-33.

Triyanto, A. (2019). Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Interaksi Sosial Tatap Muka Pada Siswa Kelas VIII. Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, 5(8), 628-636.

NIM, K. (2016). DAMPAK SOSIAL MEDIA TERHADAP POLA INTERAKSI REMAJA DENGAN ORANG TUA (Studi Kasus Pada Remaja di Kota Nanga Pinoh Kabupaten Melawi Kecamatan Nanga Pinoh Provinsi Kalimantan Barat). SOCIOLOGIQUE, Jurnal Sosiologi, 4(2).

Rahayu, F. S., Kristiani, L., & Wersemetawar, S. F. (2019). Dampak Media Sosial terhadap Perilaku Sosial Remaja di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. In Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) (Vol. 3, No. 1, pp. 039-046).









Komentar

Posting Komentar